WASPADA TITIK PANAS ( HOTSPOT ) SELAMA MUSIM KEMARAU

Foto untuk : WASPADA TITIK PANAS ( HOTSPOT ) SELAMA MUSIM KEMARAU

WASPADA TITIK PANAS ( HOTSPOT ) SELAMA MUSIM KEMARAU”

Apa itu Titik Panas ( Hotspot ) : Indikator kebakaran hutan/lahan yang terdeteksi dari suatu lokasi yang memiliki suhu relative tinggi dibandingkan suhu disekitarnya. Atau daerah yang memiliki suhu permukaan lebih tinggi dibandingkan daerah sekitarnya berdasarkan ambang batas suhu tertentu yang terpantau oleh satelit.

Namun yang perlu dipahami hotspot ini bukanlah firespot (titik api). Banyak hal yang kemungkinan terdeteksi sebagai hotspot di satelit. Seperti misalnya atap-atap seng dan aspal. Saat siang hari dan suhu meningkat maka satelit dapat mendeteksi sebagai hotspot.

Kegunaan dari hotspot : Sebagai Indikator awal kebakaran hutan/lahan di suatu wilayah

Data Satelit yang sering digunakan oleh BMKG untuk mendeteksi titik panas ( Hotspot )  adalah Terra dan Aqua-Modis dimana resolusi spasialnya mencapai 1000 meter.

Satelit akan mendeteksi anomali suhu panas dalam luasan 1 km persegi. Pada suatu lokasi di permukaan bumi akan diobservasi 2-4 kali per hari. Pada wilayah yang tertutup awan, maka hotspot tidak dapat terdeteksi. Kekeringan dan hembusan angin yg kencang juga menjadi penyebab tidak langsung dalam sebaran suatu titik panas tersebut. Citra satelit tersebut hanya menilai anomali reflekstifitas dan suhu sekitar yang diinterpretasikan sebagai titik panas (hotspot). Penyebab adanya anomali tersebut tidak dapat kami pastikan.

 Tingkat kepercayaan Titik Panas ( Hotspot ) di bagi dalam 3 kelompok kode indikator

  • Rendah/low dengan kode indicator 0 – 29%
  • Menengah/medium dengan kode indicator 30 – 79 %
  • Tinggi/High dengan kode indicator 80 – 100%

Tingkat Kepercayaan titik panas ( hotspot ) : Tingkat kepastian secara sistematik terhadap kebakaran suatu hasil  informasi titik panas (hotspot) yang dihasilkan.

 Contohnya : Suatu titik hotspot memiliki tingkat kepercayaan 80% berarti dapat dipastikan tingkat kepastian kebenaran titik panas ( hotspot ) tersebut adalah 80%,  semakin tinggi tingkat kepercayaan maka semakin tinggi pula kepastian bahwa hotspot tersebut benar.

Ciri titik panas (Hotspot) Penanda Kebakaran :

  • Titik Panas ( Hotspot ) Bergerombol, biasanya kebakaran lahan yang cukup besar tidak terdeteksi hanya sebagai satu hotspot karena efek panasnya menyebar kelingkungan sekitar, sehingga dapat dipastikan terjadi kebakaran lahan dan hutan.
  • Titik Panas ( Hotspot ) disertai dengan asap, dalam menganalisa titik api/ hotspot sebagai penanda kebakaran  lahan atau hutan maka perlu juga dilihat RGB citra yang bersangkutan sehingga dapat diketahui apakah titik hotspot tersebut terdeteksi asap atau tidak dalam citra.
  • Titik Hotspot terjadi berulang, sehingga dimungkinkan terjadi kebakaran di wilayah tersebut.

Kebakaran hutan / lahan disebabkan oleh 3 factor yaitu :

  1. Faktor alam

Seperti pengaruh dari el nino yang menyebabkan kemarau panjang hingga tanaman menjadi sangat kering dimana hal ini menjadi potensi terjadi kebaran hutan/lahan karena munculnya panas lapisan dalam tanah. 

  1. Faktor pembukaan lahan pertanian/perkebunan

Seperti membakar hutan / lahan dengan sengaja untuk pembukaan lahan pertanian/perkebunan. Yang dimana apabila hutan/lahan tersebut dibakar selain karena irit biaya dan efektif dalam segi waktu serta hasil yang dicapai cukup memuaskan untuk pertanian.   

  1. Faktor Penyebab Lain

Dalam hal ini penyebab kebakarn hutan/lahan terjadi akibat ketidaksengajaan karena kurangnya kesadaran masyarakat terhadap bahaya api.  Contohnya : secara tidak sengaja membuang puntung rokok dalam kawasan yang memiliki potensin bahan bakar melimpah atau pada padang rumput yang kering sehingga terjadi kebakaran   

Himbauan Kepada masyarakat      

  • Membuang kebiasaan buruk terhadap kelalaian penggunaan api dalam hutan
  • Selalu bersiap siaga menjaga hutan dan lahan kita guna mengurangi dampak kebakaran.
  • Jangan membuang puntung rokok dalam kawan atau area yang mudah terbakar contohnya seperti lahan yang kering dengan banyak ilalang dan rerumputan karena dapat menyebabkan kebakaran apalagi seperti saat musim kemarau yang biasanya disertai dengan angin kencang.
Eltames
QR code
Prakiraan cuaca kabupaten
BMKG